Hukum Dan Jenis-jenis Seputar Ibadah Haji

header-advertisement header-advertisement header-advertisement header-advertisement

Haji merupakan rukun Islam yang kelima dan menjadi pedoman umat muslim dalam beragama. Itulah sebabnya, setiap tahun berjuta-juta umat muslim di dunia pergi ke baitullah Makkah untuk menunaikan ibadah haji.
Haji dilakukan setiap tahunnya pada tanggal 10, 11, dan 12 Zulhijah. Proses ibadah ini dilakukan dengan beberapa syarat seperti beragama Islam, sudah baligh, berakal sehat, dan merdeka, lalu mampu, serta bisa melakukan perjalanan.

Dalam proses haji juga diwajibkan untuk melakukan berbagai rangkaian seperti tawaf, lempar jumrah, dan lain sebagainya. Namun sudahkah kamu tahu hukum dan jenis-jenis haji? Jika belum, simak ulasan berikut!

Hukum Haji
Dikutip dari buku Tuntunan Super Lengkap Haji dan Umrah karya Ust. A Solihin As Suhaili dituliskan bahwa haji merupakan ibadah yang perintahnya turun langsung dari Allah SWT melalui Al-Qur’an. Maka dari itulah haji merupakan ibadah yang wajib ditunaikan bagi mereka yang sudah memiliki kemampuan secara fisik dan finansial.

Hukum wajib dalam ibadah haji sebagaimana tertulis dalam Qur’an Surat Al-Imran ayat 97, berbunyi:

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ (97)

Artinya: “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

Jenis-jenis Haji
Masih dikutip dari buku yang sama, ada tiga jenis haji sebagai berikut:

Ifrad
Haji ifrad yaitu melaksanakan ibadah haji terlebih dahulu kemudian melaksanakan ibadah umrah di luar musim haji. Orang yang berhaji dengan ifrad tetap dalam keadaan ihram hingga selesai segala amalan hajinya.

Qiran
Haji qiran adalah melaksanakan ihram haji dan umrah secara bersamaan di miqat. Dinamakan haji qiran karena dikumpulkan antara haji dan umrah dalam satu ihram. Jemaah yang melakukan haji qiran dilarang untuk memotong rambut setelah selesai sa’i. Ia harus tetap memakai ihramnya saat kembali ke pondokan dan kemudian menunggu proses wukuf, mabit, mina, lempar jumrah, hingga selesai seluruh ibadah haji dan umrahnya.

Tammatu’
Haji tammatu’ yaitu melakukan ibadah umrah terlebih dahulu kemudian haji pada musim haji tahun itu juga. Jemaah terlebih dahulu menunaikan umrah, lalu di tanggal 8 Zulhijah kembali berniat untuk ihram haji. Dengan jenis haji ini, jemaah harus membayar dam (denda). Mayoritas masyarakat Indonesia menunaikan ibadah haji jenis ini.

Demikian hukum dan jenis haji yang perlu diketahui. Semoga menambah pengetahuan para detikers yang akan menjalani ibadah haji di tahun-tahun berikut.

 

header-advertisement header-advertisement header-advertisement header-advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.